
Seperti yang saya tulis sebelumnya, pada 3 - 4 November saya menghadiri Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo (STKSR 2008), seminar tahunan yang diadakan oleh Teknik Kimia ITB. Tahun ini topik yang diusung adalah: Peran Insinyur Kimia dalam Mencegah Kecelakaan Industri dan Pencemaran Lingkungan.
Yang saya rasakan, seminar Soehadi ini kehilangan gregetnya sehingga peserta yang datang dari kalangan industri tidak banyak. Hanya pemakalah saja yang datang, namun peserta dari kalangan industri sepi saja. Saya pikir Teknik Kimia ITB perlu evaluasi diri agar seminar Soehadi ini kembali menarik peserta dari kalangan industri.
November 5th, 2008
Hari ini saya berangkat ke Bandung untuk mengikuti Seminar Teknik Kimia Soehadi. Bandung adalah kota yang penuh dengan kenangan bagiku. Sampai di Bandung, langsung sarapan bubur Pak Zaenal Dago. Masih enak. Harganya memang agak-agak mahal, namun saya pikir masih sepadan dengan yang dimakan.
Sayangnya hari ini saya mendapatkan beberapa kesan tidak mengenakkan tentang Bandung:
- Rate hotel berbintang di Bandung mahal. Selama ini saya mengira rate hotel berbintang di Balikpapan paling mahal, namun ternyata rate hotel di Bandung ini tidak kalah hebohnya. Contohnya di hotel tempat saya menginap sekarang: Holiday Inn, rate per malam IDR 931,000 untuk Superior Room (level kamar paling murah). Memang sih fasilitas kamarnya standar hotel berbintang, makanannya pun enak. Yang kurang mengenakkan untuk rate semahal ini, internet tidak gratis. Untuk menikmati fasilitas internet masih harus membayar IDR 200,000. Hotel yang lain sama heboh harganya: Grand Preanger IDR 871,200 (business-deluxe), Panghegar IDR 880,000 (executive — level kamar yang lebih rendah tidak ada kamar yang bertempat tidur king/queen size bed, hanya ada twin bed. Ngapain juga menginap sendiri pakai 2 tempat tidur?), Novotel IDR 834,000 (superior). Just curious, kok rate hotel berbintang di Bandung ini tinggi sekali? Apa sih yang menjadi ‘nilai jual’ andalan sehingga hotel-hotel mematok rate tinggi?
- Jalan-jalan gelap di malam hari. Apakah saya yang sedang ’sial’ ataukah memang demikian di Bandung ya…. saya berkendara keliling Dago - Asia Afrika - Braga - Cipaganti - Cihampelas - Dago, kelihatannya penerangan jalan di Bandung ini kurang sekali. Ditambah kelakukan ‘angkot’ yang kurang ajar. Mengemudi di Bandung terasa ‘menyebalkan’.
- Selain itu, jalanan di Bandung semakin gila macetnya…. Kendaraan semakin banyak. Angkot masih saja berkelakukan ’seenak udel’, lampu pengatur lalu lintas banyak yang mati. Jalan kecil. Sempurna untuk menjadikan Bandung ini semakin macet gila.
Untungnya, untuk makan malam saya pergi ke Ayam Bakar Taman Sari (bagi yang tidak tahu… kebangeten deh…hehehe). Harga makan di sana masih sangat ‘bersahabat’ dengan kantong. Ayam bakar+lalap+tahu+nasi timbel+teh manis = IDR 13,000.
Kenangan indah di Bandung kini ditindih oleh kesan buruk hari ini. Hiks, I miss (old) Bandung…
November 3rd, 2008
Setelah 20 hari meninggalkan Jakarta, akhirnya tanggal 24 Oktober saya kembali ke rumah. Nice to be at home!
October 28th, 2008
Kangen rumah…. sudah 11 hari jauh dari rumah. Btw, Mathias sudah mau makan nasi….
October 14th, 2008
Hari ini saya melakukan update engine blog ini menjadi WordPress 2.6.1. Kesan pertama: tampilan site admin Wordpress semakin ciamik saja! Proses upgrade pun mudah dan cepat untuk dilakukan.
September 3rd, 2008
Setelah kira-kira setahun menjadi pelanggan Telkomsel Flash (subscriber time-based 40 jam), hari ini saya memutuskan untuk berhenti menjadi pelanggan Telkomsel Flash. Penyebabnya saya sudah tidak tahan lagi akan lambatnya koneksi menggunakan Flash khususnya di malam hari. Sudah 3 minggu ini koneksi Flash sangat lambat, sering putus di tengah. Saya sudah lapor juga ke Customer Service 111 namun respond / tindak lanjut dari Telkomsel sungguh mengecewakan. Tidak ada perbaikan sama sekali dalam 3 minggu ini. Tidak ada kabar/news sama sekali dari Telkomsel mengapa kasus ini terjadi dan apa perbaikan yang dilakukan. Ya sudah, saya memutuskan berhenti berlangganan saja daripada bete terus saat online. Masih untung (ciri orang Indonesia…. selalu masih untung) saya tidak menggunakan paket dengan modem; sayang ‘kan sudah beli modem 1 jeti lebih tapi nggak terpakai.
Oh ya, ada yang tahu alternatif koneksi internet personal yang reliable, infokan ya…
August 29th, 2008
Hari ini kami mengambil foto keluarga kami yang pertama. Foto ini diambil 21 Juni kemarin, namun baru hari ini bisa kami ambil.

August 18th, 2008
Karena laptop kantor saya yang lama sudah rusak, maka kantor membelikan saya laptop baru. Saya pilih Dell Vostro 1200. Bawaan laptop ini adalah MS Vista Home Basic; saya minta vendor untuk upgrade ke Vista Business.
Nah, hari ini hari pertama saya menggunakan Vista. Install PowerDVD, OK. Install Roxio, mayoritas OK, hanya satu driver yang nampaknya gagal terinstall. Install software: Firefox dan Thunderbird, OK. Install python 2.5, OK (saat install python win ekstension harus dilakukan sebagai administrator, jika tidak maka beberapa registry key tidak diijinkan ditulis ke dalam registry). Selanjutnya update komponen Windows dan driver, OK. Saya bisa lansgung konek ke internet untuk mendapatkan driver yang dibutuhkan. lalu saya install ESET Smart Security, OK. Masalah timbul saat saya ingin install/tambah printer. Printer kantor menggunakan Xerox DocuCentre 250 yang ternyata belum support/disupport Vista. Nah, jadi saya belum bisa cetak dokumen di kantor.
Kemudian, pindah-pindahkan dokumen kerja dan email, OK. Masalah kecil: filter email belum dipindahkan sehingga saat download email lanjutan, nggak dipisahkan berdasarkan filter seperti biasa.
Kesan akan Vista: UI menarik. Namun sayangnya belum support printer Xerox DocuCentre 250, dan terus terang ini cukup menganggu.

August 15th, 2008
Saya selama ini menggunakan Telkomsel Flash untuk koneksi internet mobile. Namun beberapa hari ini saya merasakan koneksi internet dengan Flash tidak sesuai namanya, tidak cepat.

Nampaknya koneksi internet cepat dan murah tetap masih jadi impian pengguna internet Indonesia.
August 13th, 2008
Sabtu, 9 Agustus 2008. Kami mengajak Mathias ke Ancol. Maksudnya agar dia bisa menghirup udara segar pantai. Kami berangkat dari rumah jam 7 pagi.
Tadinya saya pikir Mathias tidak akan suka ke pantai. Karena sebelumnya kami pernah mengajak dia ke The Jungle, toh dia nampak kurang enjoy. Ternyata dugaan saya salah. Mathias suka sekali ke pantai. Dia menikmati ombak yang datang mendekat dan membasahi mukanya. Dia mencelupkan tangan ke air, dan mengobok-obok air. Senang sekali melihat Mathias senang.



August 12th, 2008
Previous Posts